Sunday, December 21, 2014

#1 : Intro

Salam.

Ketika engkau memasuki blog ini, bersiaplah untuk keluar dari duniamu dan masuk ke sebuah dunia lain.

Dunia yang tidak kau kenal.

Dunia yang berjalan ke arah berlawanan dari duniamu.

Dunia di mana matahari bisa terbit dari barat dan tenggelam di timur, di mana aturan dan logika (mungkin) tidak berlaku.

Tapi jangan khawatir, karena melarikan diri dari aturan dan logika mungkin adalah apa yang kau butuhkan.

Lagi pula, siapa juga yang butuh konvensi kalau konvensi itu sendiri membuat kita megap-megap tiap hari?

Kuberitahu, melarikan diri dari kemapanan berarti menyamakan diri dengan sapi di sebuah peternakan dengan pagar kawat duri yang panjang. Ia sudah terdoktrin untuk bangun pagi, makan rumput, diperah sapinya, jalan-jalan di sekitar peternakan, kembali lagi ke kandang, tidur (ulangi lagi ke bangun pagi), lalu menunggu penjagalan suatu hari nantinya. Kalau ia kabur dari peternakan itu, ia akan dianggap sesat atau gila.

Tapi bayangkan kebebasan itu dari sudut lain. Tidakkah ia sekarang punya berjuta pilihan sebelum maut menjemput? Menjelajahi alam, melihat apa yang belum dilihatnya, sakit, luka, dikejar pemangsa, dan berkawan dengan fauna lain.

Immanuel Kant pernah bilang kalau pikiran manusia "ibarat pulau kecil di tengah lautan dengan begitu banyak pagar." Jangan pedulikan pagarnya, loncatilah mereka, lalu berenanglah di lautan itu. Mungkin saja kau akan dikejar hiu, tapi yang jelas itu lebih asyik dari pada mendekam di dalam pagar itu terus menerus. 

Jadi? Tak ada pilihan lain. Bersiaplah untuk bertualang. Untuk tersesat, tapi juga menemukan sesuatu yang baru. Untuk menangis. Tertawa. (Lebih banyak) berpikir.

Tak banyak yang bisa kujanjikan, tapi jika kau berjanji untuk tersesat terlebih dahulu, kurasa tujuanku akan berhasil.


No comments:

Post a Comment